Senin, 28 November 2011

Memahami "Must Have" dan "Nice to Have"



Tidak ada satu orang pun yang menginginkan kondisi keuangannya ”lebih besar pasak daripada tiang”. Akan tetapi, tidak satu orang pun bisa memastikan bahwa kondisi keuangannya akan baik-baik saja. Bahkan, seseorang yang setiap tahunnya mengalami kenaikan pendapatan belum tentu kondisi keuangannya akan lebih baik. Kenapa? Karena jumlah kenaikan pengeluaran bisa saja lebih besar ketimbang kenaikan pendapatan. Oleh karena itu, kata kunci untuk menstabilkan kondisi keuangan, atau bahkan membuatnya jadi lebih baik, adalah pengelolaan pengeluaran atau biaya.

Biaya, hakikatnya bisa dibagi menjadi dua, yakni biaya untuk membiayai sesuatu yang bersifat must have dan biaya yang bersifat nice to have. Dalam realitasnya, banyak kalangan mengalami kesulitan untuk membedakan kedua biaya tersebut. Contohnya, untuk memenuhi kebutuhan primer saja, seperti sandang, pangan, dan papan. Sekilas, pemenuhan semua kebutuhan tersebut merupakan biaya-biaya yang bersifat must have. Padahal tidak demikian.

Sandang, misalnya. Bahwa setiap orang mesti menutupi tubuhnya dengan sandang merupakan keharusan. Akan tetapi, apa merek sandang yang akan dibeli dan berapa harganya bukanlah kebutuhan, melainkan keinginan dan itu tergolong nice to have. Ringkasnya, mengontrol biaya pengeluaran sebenarnya adalah bagaimana memahami karakteristik biaya yang bersifat must have dan yang nice to have. Bagaimana konkretnya?

Must have lebih bersifat substansi atau fungsi dari suatu barang. Misalnya kendaraan. Seseorang membutuhkan kendaraan sebagai alat transportasi. Namun, apakah kendaraan tersebut harus berharga mahal, buatan Eropa, berbentuk sedan mewah, dan lain sebagainya, itu merupakan nice to have.

Langkah berikutnya, pertama, pastikan seluruh biaya yang akan Anda keluarkan berdasarkan suatu perencanaan. Jika ingin kondisi keuangan Anda tidak masuk dalam kondisi ”lebih besar pasak daripada tiang”, maka disiplin dalam membuat perencanaan dan melaksanakannya adalah mutlak. Perencanaan pengeluaran biaya itu bisa bersifat tahunan, bulanan, dan mingguan. Buat dengan rinci kebutuhan pengeluaran Anda. Lalu pada setiap item renungkan lebih dulu, apakah rencana pengeluaran itu suatu keharusan atau sekadar keinginan.

Perencanaan
Kedua, me-review perencanaan pengeluaran sebelum diimplementasikan. Katakanlah seluruh rencana pengeluaran yang sudah dibuat diyakini berdasarkan sesuatu yang bersifat must have. Apakah persoalan selesai? Belum. Cek dulu implementasinya. Artinya, pada saat pelaksanaan, bisa jadi item yang hendak dibiayai sudah bukan kebutuhan lagi. Apa misalnya? Pada bulan Juni, Anda berencana untuk membeli sepatu baru. Ternyata, sepatu yang Anda miliki masih bagus. Pembelian sepatu baru tentu tidak lagi menjadi kebutuhan.

Ketiga, melakukan inovasi terhadap biaya yang hendak dikeluarkan. Inovasi biaya jauh lebih strategis ketimbang dua hal yang dipaparkan di atas. Bagaimana maksudnya? Contoh sederhana, Anda mengalokasikan dana untuk membiayai transportasi ke kantor, misalnya untuk membeli bensin. Ini memang kebutuhan.

Akan tetapi, pernahkah Anda berpikir bahwa biaya bensin kendaraan tidak selalu mesti ditanggung sendiri? Kok bisa? Sangat bisa. Jika Anda tinggal di kompleks, Anda sebenarnya bisa mengajak tetangga untuk bersama-sama naik kendaraan Anda ke kantor. Lalu untuk biaya bensin ditanggung bersama. Mungkin Anda merasa malu untuk melakukan hal tersebut. Namun, coba gunakan rasionalitas. Malu berarti tambahan biaya. Atau jika tidak mau menggunakan cara tersebut, bisa memilih cara sebaliknya, yakni Anda yang menumpang kendaraan tetangga Anda. Jika Anda melakukan hal ini tiga kali dalam seminggu, hitung berapa besar penghematan yang bisa dilakukan dalam setahun.

Inovasi biaya juga bisa dilakukan dalam konteks yang lain, apalagi yang sifatnya kebutuhan sekunder atau tertier, misalnya perjalanan wisata. Saat ini, hampir semua kalangan membutuhkan wisata. Akan tetapi, tidak semua kalangan mampu merencanakan dan membiayai perjalanan wisata secara baik. Misalnya, membeli tiket pesawat menjelang keberangkatan. Jelas, harga tiketnya akan sangat mahal. Padahal, tiket pesawat apalagi yang promo bisa akan sangat murah jika dibeli jauh-jauh hari.

Itu inovasi biaya dalam konteks mengatur pengeluaran. Yang lebih canggih adalah jika inovasi biaya itu bisa diterapkan dalam pengaturan seluruh aset Anda. Salah satu contohnya adalah jika Anda memiliki aset tidak produktif. Anda punya rumah lebih dari satu. Rumah yang tidak Anda tempati adalah biaya. Karena Anda mesti menanggung biaya listrik, air, pemeliharaan, dan lain sebagainya. Agar rumah tersebut tidak menjadi beban, maka mesti diproduktifkan, misalnya disewakan, sehingga ia menjadi sumber pendapatan.

Agar kondisi ”lebih besar pasak daripada tiang” bisa dihindari, maka terhadap seluruh item rencana pengeluaran yang telah dibuat bisa dilakukan telaah, apakah ada ruang untuk menerapkan inovasi di dalamnya. Yang paling sederhana adalah rencana belanja bulanan Anda, apakah frekuensi belanja secara bulanan lebih cocok dan efisien ketimbang, misalnya, belanja per dua bulanan, atau belanja melalui pesanan.

Jadi, inovasi biaya sebenarnya bukan sekadar dalam konteks barang yang akan dibeli, tetapi juga dalam hal tata cara membelinya. Contoh lain, belanja pada saat musim sale bisa dikategorikan sebagai inovasi biaya, sepanjang barang-barang yang dibeli memang merupakan kebutuhan. Jadi bukan karena faktor emosional. Selamat mencoba.

Tips Menabung untuk Perjalanan Wisata



Untuk melakukan suatu perjalanan wisata diperlukan sejumlah dana yang cukup atau bahkan lebih sebagai dana tak terduga. Anda perlu merencanakan anggaran dana untuk berbagai kebutuhan nantinya.

Namun terkadang suatu perjalanan wisata dapat batal karena kekurangan dana. Padahal hal ini terjadi karena semata tidak dapat mengatur uang dengan baik ataupun adanya anggaran wisata yang terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan perencanaan yang cermat maka Anda dapat menyimpan uang Anda untuk anggaran perjalanan wisata Anda seperti untuk transportasi, akomodasi, jalan-jalan, belanja, makan dan hiburan.

Kita cenderung menitikberatkan pada biaya yang mudah dihitung pada perjalanan wisata. Namun terkadang kita mengabaikan bahwa terdapat biaya tak terduga yang biasanya melebihi anggaran yang telah kita pertimbangkan.

Sebelum Anda berpergian, rencanakan barang-barang apa saja yang harus Anda beli. Misalnya jika Anda ingin berwisata ke pantai, mungkin Anda memerlukan pakaian renang baru. Jika Anda ingin berwisata ke gunung, pastikan bahwa sepatu hiking Anda dalam keadaan masih layak untuk digunakan.

Jangan sampai ketika mendekati hari H, ternyata sepatu hiking Anda kekecilan ataupun rusak. Cari informasi produk-produk bagus namun harganya sesuai dengan dana yang Anda anggarkan. Bandingkan harga sejenis dengan merk yang berbeda.

Biaya sebenarnya tergantung pula dari transportasi yang akan Anda gunakan nanti, namun jangan lupakan biaya tambahan dari transoportasi, seperti biaya service bila mobil Anda mengalami mogok. Termasuk perhitungkan biaya bensin, biaya parkir, maupun biaya jasa penggunaan supir.

Kurangi sifat konsumtif. Mulai kurangi berbelanja barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan dengan cara membuat daftar barang-barang yang Anda butuhkan.

Sementara waktu, demi wisata yang Anda idamkan, usahakan lebih banyak makan di rumah atau jika Anda kerepotan untuk memasak karena tinggal sendiri, mulailah membeli makanan di warung atau cari yang tidak terlalu mahal.

Selain itu, cobalah menggunakan kendaraan umum pada hari-hari kerja. Sebab, ongkos yang diperlukan jauh lebih murah dibandingkan naik mobil.

Tambahkan persentase uang Anda untuk menabung ketimbang konsumsi. Persentasikan uang Anda untuk ditabung lebih dari 50%.

Sehingga pada saat Anda menerima gaji, Anda harus membatasi jumlah uang yang dapat Anda gunakan untuk konsumsi ataupun bersenang-senang.

Menuju Sejahtera Sejak Usia 20



Hidup sejahtera menjadi cita-cita banyak orang, namun boleh jadi hanya sedikit orang yang benar-benar merencanakannya. Sejak usia 20-an, setiap individu sebenarnya sudah bisa memulai perencanaan keuangan menuju sejahtera.

Inilah yang sebaiknya Anda lakukan dengan penghasilan yang didapatkan sejak usia 20-an:

* Menabung 5-10 persen dari pendapatan.
* Memiliki dana darurat minimal enam kali dari biaya bulanan.
* Lakukan investasi jangka panjang, membeli rumah misalnya.
* Buka tabungan untuk dana pensiun.
* Lindungi diri dengan memiliki asuransi yang cukup seperti asuransi kesehatan, pendidikan, jiwa, dan sebagainya.

Sebelum memilih investasi untuk merencanakan keuangan jangka panjang, satu hal penting yang harus dilakukan adalah menyiapkan tabungan dan dana darurat.

Selain menabung, dana darurat menjadi kebutuhan utama sebelum merencanakan kebutuhan lain. Jangan dulu berpikir investasi sebelum Anda memiliki dana darurat.

Setelah itu, Anda bisa mulai merencanakan investasi dengan berbagai pilihan produk keuangan, atau investasi lainnya seperti emas batangan, properti, bisnis, dan lainnya.

Untuk tabungan, langsung pisahkan dana tabungan sejak menerima gaji bulanan, bukan menyisihkannya setelah lebih dahulu membelanjakan berbagai kebutuhan bulanan.

Sementara untuk dana darurat, Aidil Akbar, dalam bukunya Manajemen by Amplop, besarnya dana darurat bergantung dari sumber pendapatan, lifestyle, dan usia.

Cara terbaik menentukan dana darurat dengan menghitung pengeluaran bulanan Anda, termasuk premi asuransi dan kemungkinan kondisi darurat yang mungkin terjadi, kemudian kalikan tiga. Jumlah tersebut yang minimal Anda siapkan.

Benci Teman Wanita Kekasih? Begini Cara Atasinya!



MUNGKIN bukan hanya Anda yang mengalami sindroma “cinta kekasih, tapi benci teman-temannya”. Meski kelakuan teman wanita kekasih buruk, ada baiknya Anda tidak mengatakannya pada si dia. Apa pasal?

Mulai dari teman yang merasa perlu “menjatuhkan” Anda setiap saat untuk mendapatkan perhatian kekasih, hingga teman yang selalu mengirimkan pesan singkat setiap tahu kekasih tengah bersama Anda.
Meski benci, jangan katakan pada kekasih. Begitu Anda katakan, maka akan terasa ada “dinding” di antara Anda berdua. Dan tidak adil bagi kekasih untuk memilih di antara teman, maupun Anda. Sebab mereka adalah teman hang out yang kekasih sayangi. Triknya adalah bagaimana mengatakan pada kekasih apa yang sebenarnya mengganggu Anda. Demikian seperti yang dilansir Askmen, Jumat (25/11/2011).

Salah satunya, katakan pada kekasih, “Saat kita tengah berdua, aku tidak akan mengirimkan pesan singkat ke teman dan begitu juga kamu.”

Atau saat berada di tengah pesta, jadikan suasana itu tetap menyenangkan. Katakan, “Sayang, jangan tinggalkan aku berdua dengan Siska, si tukang curhat.” Intinya, bikin kata panggilan yang lucu, dan bisa bikin kalian berdua tertawa. Dengan begitu, Anda tidak benar-benar terlibat dengan teman kekasih dan kekasih juga akan protektif terhadap Anda.

Sementara untuk menghadapi teman kekasih yang suka mengirimkan pesan singkat, katakan, “Apakah itu Mirna si pengirim pesan singkat? Katakan padanya kita akan pergi ke bioskop berdua, dan dia sebaiknya mengirim pesan singkat nanti saja.”

Lambat laun, teman-teman kekasih akan berhenti mengganggu Anda dan kekasih saat tengah berdua. Sebab kuncinya, mengendalikan situasi dan menganggap gangguan itu sebuah lelucon belaka.

sumber : okezone

Tradisi "Mubeng Beteng" Kraton Yogya



Beragam cara dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam 1433 Hijriah. Di Yogyakarta, kidung doa dilantunkan abdi dalem Kraton Yogyakarta mengawali tradisi 'Mubeng Beteng' atau berjalan mengitari benteng Kraton. Tepat pukul 00.00 Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili adiknya Gusti Joyokusumo menyerahkan tombak pusaka kepada abdi dalem sebagai tanda tugas menjalankan tradisi 'mubeng beteng'.

Sementara itu, di Kraton Kasunanan Solo, perayaan tahun baru Hijriah digelar dengan acara menggelar kirab mengelilingi kraton dan ruas jalan protokol sejauh tujuh kilometer dengan membawa sejumlah pusaka dan tujuh ekor kerbau Kyai Slamet.

Warga meyakini kirab pusaka dan kerbau Kyai Slamet pada malam 1 Suro memiliki nilai mistis yang tinggi. Mereka berharap, tuah pusaka yang di arak keliling akan mendatangkan berkah.

Di Lereng Gunung Merapi, ribuan warga saling berebut nasi tumpeng saat ritual sedekah gunung digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Warga percaya, dengan memakan nasi tumpeng dari acara ritual sedekah gunung itu kehidupan mereka bisa aman dari ancaman erupsi gunung merapi.

Sementara di Sleman, warga menggelar lomba memasak nasi kebuli berhadiah kambing. Sajian nasi kebuli mengandung pengharapan dikabulkannya segala keinginan warga. Makna itu berasal dari kata kebuli yang berasal dari bahasa Arab yaitu qobuli yang berarti terkabul.

sumber : google

tiramisu



Bahan Cheese Cake Vanili:
100 gr butter cair
130 gr tepung terigu
150 ml susu UHT
100 gr cream cheese
10 btr kuning telur
400 gr putih telur
2 gr garam
150 gr gula pasir
1 sdt krim tar-tar

Filling:
100 gr cream cheese
60 gr gula halus
10 gr tiramisu powder
30 gr susu evaporasi
1 btr kuning telur
3 lbr gelatin bubuk, cairkan
200 gr topping cream
200 ml sirup kopi

Dekorasi:
50 gr topping cream
2 lbr cokelat transfer
10 gr cokelat bubuk
cokelat aksesori sesuai selera

Cara membuat:
1. Cheese Cake Vanili: kocok cream cheese sampai lembut. Masukkan susu UHT, kuning telur, aduk rata. Masukkan tepung terigu, garam, sambil diayak, aduk rata. Tambahkan butter, aduk rata. Kocok putih telur, gula pasir, krim tar-tar sampai kaku. Tuang putih telur ke dalam adonan, aduk perlahan sampai rata.
2. Tuang adonan ke dalam 2 loyang diameter 18 cm, panggang dengan cara steam bake /aubain marie dengan suhu 160 derajat Celsius selama 60 menit atau sampai matang. Angkat, dinginkan. Belah cake menjadi 2 bagian.
3. Filling: kocok cream cheese dan gula halus sampai lembut. Tambahkan tiramisu powder, susu evaporasi, kuning telur, aduk rata. Masukkan gelatin dan topping cream, aduk rata.
4. Siapkan ring diameter 18 cm dan tinggi 7 cm. Buat lapisan cheese cake, sirup kopi, filling, cheese cake, sirup kopi, filling, cheese cake. Simpan dalam kulkas selama 1 jam.
5. Keluarkan cake dari ring, oles cake dengan topping cream, tempelkan cokelat transfer. Hias bagian atas dengan taburan cokelat bubuk dan cokelat aksesori. Sajikan.

sumber : kompas

Sup Krim Jagung Manis



Bahan:
2 sdm margarin
50 gr bawang bombai, cincang
2 siung bawang putih, cincang halus
150 gr daging asap, potong bentuk dadu
2 bks cream soup siap pakai
1500 ml air
150 ml krim kental
½ sdt lada
1 sdt garam
100 gr jagung pipil

Cara membuat:
1. Panaskan margarin, tumis bawang bombai, bawang putih sampai harum, masukkan cream soup, aduk sampai rata.
2. Tambahkan air, aduk sampai kental, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan lada, garam, daging asap, dan jagung pipil. Masak sebentar sampai mendidih.
4. Terakhir tambahkan krim kental masak sampai mendidih.